Archive for the ‘tauhid’ Category

Siapa Thaghut

Siapakah thaghut ?

Ustad Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Thaghut adalah segala yang dilampaui batasnya oleh hamba, baik itu yang diikuti atau ditaati atau diibadati. Thaghut itu banyak, apalagi pada masa sekarang. Adapun pentolan-pentolan thaghut itu ada 5, di antaranya :

1. Syaitan

Syaitan yang mengajak ibadah kepada selain Allah. Adapun tentang makna ibadah tersebut dan macam-macamnya telah anda pahami dalam uraian sebelumnya. Syaitan ada dua macam :  Syaitan Jin dan Syaitan Manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Dan begitulah Kami jadikan bagi tiap nabi musuhnya berupa syaitan-syaitan  manusia dan jin”  (Al An’am : 112)

dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala :

“Yang membisikan dalam dada-dada manusia, berupa jin dan manusia” (An Naas : 5-6)

Orang mengajak untuk mempertahankan tradisi tumbal dan sesajen, dia adalah syaitan manusia yang mengajak ibadah kepada selain Allah. Tokoh yang mengajak minta-minta kepada orang yang sudah mati adalah syaitan manusia dan dia adalah salah satu pentolan thaghut. Orang yang mengajak pada sistem demokrasi adalah syaitan yang mengajak ibadah kepada selain Allah, dia berarti termasuk thaghut. Orang yang mengajak menegakan hukum perundang-undangan buatan manusia dia adalah syaitan yang mengajak beribadah kepada selain Allah.

Baca lebih lanjut

Iklan

kufur terhadap thaghut

Kufur Kepada Thaghut

Ustad Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan :

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut” (An Nahl : 36)

Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua rasul dan pokok dari Islam. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih, dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik, Allah ta’ala berfirman :

“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah : 256)

Bila seseorang beribadah shalat, zakat, shaum, haji dan sebagainya, akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.

Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah Baca lebih lanjut

Pentingnya Tauhid

MUQADIMAH

TENTANG PENTINGNYA TAUHID


Ust. Abu sulaiman aman abdurrahman

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘alamin, Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para shahabat.

Pada pagi ini kita akan bersama-sama mengkaji tauhid dan materi sekarang yang pertama berkenaan dengan muqadimah yang sangat penting, yang mana dari muqadimah ini kita akan mengetahui betapa besar kedudukan tauhid dibandingkan dengan amal-amal yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan dalam surat Adz Dzariyat : 56

“Aku tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”

Jadi tujuan diciptakannya kita hidup didunia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bukan mengabdi kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita sebagai hamba Allah, kita adalah abdi bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kita hanya menghambakan diri dan mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saya ulangi . . . tujuan kita didunia ini bukan apa-apa tapi untuk mengabdi “liya’ buduun” kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun bumi dan isinya beserta pernik-perniknya semua Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan buat kita, Allah ta’ala berfirman :

Dialah yang telah menciptakan bagi kalian apa yang ada dimuka bumi ini semuanya (Al-Baqarah : 29)

Jadi, bumi dan segala isinya yang ada diperut bumi ini dan diatas bumi ini semuanya Allah ta’ala ciptakan buat kita, sedangkan kita diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengabdi kepadaNya, maka sangat keliru sekali orang sibuk mengorbankan agama, mengorbankan pengabdiannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka mencapai kehidupan dunia yang sesaat yang padahal itu adalah bekal dalam hidup mengabdi mencapai ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Banyak sekali manusia mengorbankan tauhidnya, mengorbankan dirinya untuk mendapatkan materi, mendapatkan uang, makanan, harta benda dari dunia ini padahal Allah ta’ala sangat menghati-hatikannya: Baca lebih lanjut