Archive for the ‘i’dad lil jihad’ Category

amaliyyah istisyhadiyyah

فتوى الشيخ حمود بن عقلاء الشعيبي
في العمليات الاستشهادية

Fatwa

syaikh hamuud bin ‘uqlaa’ tentang amaliyyah istisyhaadiyyah

Syaikh Hamuud bin ‘Uqlaa’ Asy Syu’aibiy, semoga Alloh menjaganya dari segala keburukan…

Para mujahidin di Palestina, Chechnya dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya tengah melaksanakan jihad melawan musuh-musuh dan membunuh mereka dengan sebuah cara yang disebut dengan ‘amaliyyah istisyhaadiyyah .. cara ini dilakukan oleh para mujahidin dengan cara salah seorang di antara mereka melilitkan ikat pinggang dari bahan peledak, atau menaruh bahan peledak di dalam saku, atau di dalam alat-alat yang ia miliki, atau di dalam mobilnya, kemudian ia menerobos ke dalam perkumpulan musuh, tempat-tempat tinggal mereka dan yang lainnya, atau ia pura-pura menyerahkan diri kepada mereka kemudian ia meledakkan diri dengan niat untuk mendapatkan mati syahid dan memerangi serta menyerang musuh.

Lalu apa hukumnya aksi-aksi semacam ini? Dan apakah ini termasuk bunuh diri? Dan apakah perbedaan antara bunuh diri dengan ‘amaliyyah istisyhaadiyyah..?

Jawab ..

Segala puji bagi Alloh robb (tuhan) semesta alam, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rosul yang paling mulia, yaitu Nabi Muhammad, juga kepada keluargan dan seluruh sahabatnya. Ammaa ba’du:

Sebelum menjawab pertanyaan ini engkau harus mengetahui bahwa aksi-aksi semacam ini adalah termasuk permasalahan kontemporer yang belum pernah dikenal sebelumnya dengan cara yang dilakukan pada hari ini. Dan setiap masa itu memiliki permasalahan khusus yang terjadi pada jamannya. Lalu para ulama’ berijtihad untuk mendudukkannya dengan dalil-dalil yang bersifat nash dan bersifat umum, dan dengan peristiwa-peristiwa yang mirip dengan permasalahan tersebut, serta fatwa-fatwa salaf yang serupa dengan permasalahan tersebut. Alloh berfirman:

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengertian I’dad

I’daad &  ‘Adaalah

Pengertian dan status keduanya dalam syarat Jihad

(Sebuah bantahan terhadap syubhat; tidak ada jihad kecuali setelah sempurnanya tarbiyah imaniyah).

syaikh abdul qadir bin abdul aziz

Disini kita akan membahas permasalahan-permasalahan berikut;

Pertama; apakah yang dimaksud I’dad lil jihad (Persiapan Jihad)?

Kedua; apakah Al ‘Adaalah merupakan syarat wajibnya jihad?

Pertama; Apakah yang dimaksud dengan I’dad lil Jihad?

Yang dimaksud dengan I’dad ada dua; yaitu I’dad Maddi (persiapan materi) dan I’dad imani (persiapan iman), dan tidak boleh membatasi I’dad dengan salah satunya. Adapun yang dimaksud dengan I’dad maddi adalah yang disebutkan dalam surat Al Anfaal, Alloh berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَ عَدُوَّكُمْ وَأَخَرِيْنَ مِنْ دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمْ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Alloh mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Alloh niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (QS. Al Anfaal : 60)

Dan penafsiran ayat ini telah disebutkan dalam sebuah hadits marfu’ sehingga tidak menyisakan tempat untuk mentakwilkannya atau membawa pengertian ayat tersebut kepada pengertian yang tidak dimaksudkan oleh ayat tersebut. Imam Muslim telah meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata bahwasannya Rosululloh SAW , membaca ayat ini kemudian bersabda:

ألا إن القوة الرمي

“Ingatlah bahwasannya kekuatan itu adalah melempar (memanah)”. Beliau mengucapkannya tiga kali.

Oleh karena itu tidak boleh membawa pengertian ayat ini kepada pengertian I’dad imani dan tarbiyah. Dan I’dad maddi mencakup mempersiapkan orang, senjata dan harta. Dan ayat tersebut diatas menyebutkan dengan jelas persenjataan dan harta, dan menyebutkan orang secara isyarat. Namun mempersiapkan orang ini terdapat dalam ayat-ayat lain. Seperti firman Alloh

Baca lebih lanjut