Archive for the ‘daulah’ Category

ijma’ kekafiran peguasa

Penjelasan Tentang Ijma’ Atas Kafirnya Para Penguasa Yang Menjalankan Hukum Dengan Selain Apa Yang Diturunkan Alloh.

Abdul qadir bin abdul aziz

Penggantian Syariat Yang Pertama Kali Dilakukan Oleh Orang-orang Yang Mengaku Islam.

Telah dapat dipahami dari Sababun Nuzuul (peristiwa yang menjadi penyebab turunnya ayat):

ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون

“Dan barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka adalah orang-orang kafir”.

Bahwa orang-orang Yahudi berpaling dari hukum Alloh SWT yang berupa rajam bagi orang muhshon yang berzina dan mereka membuat hukum pengganti hukum tersebut. Lalu hukum pengganti tersebut menjadi undang-undang yang diberlakukan di kalangan mereka.

Adapun di kalangan orang-orang yang mengaku Islam sesungguhnya yang pertama kali melakukannya adalah Tartar pada akhir abad ke tujuh hijriyah, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Ahmad Syaakir rh: “Dengan demikian bolehkah dalam syariat Alloh, umat Islam menjalankan hukum di negeri mereka dengan hukum yang diambil dari undang-undang orang Eropa para penyembah berhala yang atheis? — sampai — sesungguhnya bencana ini belum pernah menimpa umat Islam sekalipun — sejauh yang kami ketahui dalam sejarah — kecuali pada jaman Tartar. Dan masa itu adalah seburuk-buruk masa kedholiman dan kegelapan”. (‘Umdatut Tafsiir IV/173). Dan apa yang dikatakan itu memang benar.

Baca lebih lanjut

Iklan

dampak hukum positif terhadap umat islam

Dampak Menjalankan Hukum Ciptaan Manusia Terhadap Umat Islam Secara Umum.

Abdul qadir bin abdul aziz

Di antara dampaknya adalah:

1- Mereka haram taat kepada penguasa yang kafir tersebut atau membantunya dalam menjalankan hukum kafir. Alloh ta’ala berfirman:

ولاتعاونوا على الإثم والعدوان

“Dan janganlah kalian saling bantu dalam dosa dan permusuhan.” Al-Maidah: 2.

Dan Alloh ta’ala berfirman:

ومن يشفع شفاعة سيئة يكن له كِفل منها

“Dan barangsiapa yang memberikan syafaat yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) dari padanya”. (QS. 4:85)

Yang dimaksud dengan syafaat yang buruk adalah bantuan untuk melakukan keburukan.

Baca lebih lanjut

Dampak hukum positif terhadap penguasa

Dampak Memberlakukan Hukum Ciptaan ManusiaTerhadap Penguasa.

Abdul qadir bin abdul aziz

Yang dimaksud dengan penguasa disini adalah pemimpin negara, sama saja pemimpin tersebit presiden atau raja, yang memerintah berdasarkan hukum tersebut dan memerintahkan untuk menjalankan hukum tersebut. Pemimpin ini hukumnya kafir kufur akbar, berdasarkan dalil-dalil yang kami sebutkan dalam masalah keenam dan berdasarkan ijma’ yang kami sebutkan dalam masalah ketujuh. Dan kekafiriannya ini menimbulkan dampak sebagai berikut:

A. Kekuasaannya batal (tidak syah) dan haram mentaatinya.

Hal ini berdasarkan firman Alloh ta’ala

ياأيـها الذيـن آمنـوا أطيعـوا الله وأطيعـوا الرسـول وأولـي الأمـر منكــم

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Alloh dan ta’atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu”. (An Nisaa’: 59)

Sedangkan orang kafir bukanlah dari golongan kita, maka ia tidak boleh menjadi pemimpin kita dan tidak ada kewajiban taat bagi kita. Dan juga berdasarkan firman Alloh ta’ala:

ولــن يجعـل اللــه للكـافرين على المؤمنين سبيلا

“Dan Alloh ta’ala sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir terhadap orang-irang beriman”. (An Nisaa’: 141)

Sedangkan kekuasaan dan ketaatan adalah jalan yang paling besar, oleh karena itu tidak ada kekuasaan dan ketaatan bagi orang kafir atas orang Islam.

Dan juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ubadah Bin Ash-Shomit ra., ia mengatakan:” Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, memanggil kami unuk berbai’at. Di antara isi bai’at itu adalah supaya kami mendengar dan taat dalam keadaan senang atau terpaksa, dalam keadaan susah atau senang dan meskipun (pemimpin itu) lebih mementingkan dirinya daripada kami, dan supaya kami tidak menggulingkan penguasa.

Dan beliau bersabda:

إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم من الله فيه برهان

“Kecuali kalian melihat kekafiran nyata yang kalian memiliki keterangan dari Alloh ta’ala.” Hadits ini muttafaq ‘alaihi.

Maka jika terjadi kekafiran yang nyata pada pemimpin, otomatis gugurlah ketaatan kepadanya dan wajib untuk menggulingkannya.

Baca lebih lanjut