Archive for the ‘bantahan’ Category

Salafy Imitasi

Bahaya Para Pengklaim

salafi

Yang Berloyalitas Kepada Thoghut Hukum

Penghati-hatian Manusia Dari

Kesesatan

Firqah Jaamiyyah & Madkhaliyyah

Penulis Asy Syaikh Al MujahidAbu Muhammad ‘Ashim Al Maqdisiy

Alih Bahasa Abu Sulaiman

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji hanya milik Allah

Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya

Wa ba’du…

Sesungguhnya Jaamiyyah dan Madkhaliyyah serta orang-orang yang berjalan diatas manhajnya, mereka tidak lain sebenarnya adalah kumpulan orang-orang sesat mariqin (yang keluar dari dien) lagi berloyalitas kepada para penguasa negeri-negeri mereka secara umum[1] dan kepada dinasti Sa’ud secara khusus. Mereka itu kelompok dari masyayikh pemerintah dan du’atnya, bahkan banyak dari mereka bagian dari intelligent-nya, mata-matanya, anshornya, dan wali-walinya.

Sedangkan hakikat mereka sebenarnya adalah telah disimpulkan oleh banyak ulama dan du’at di zaman kita dengan dua kalimat : [ Mereka itu khawarij mariqun terhadap du’at, murji’ah zanadiqah terhadap para thoghut ]

Terhadap para du’at yang tulus  mereka (bertindak,ed.) seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar ra: << Makhluk yang paling jahat, mereka  mengambil ayat-ayat yang turun prihal orang-orang kafir terus mereka menjadikan terhadap orang-orang mu’min >>.

Sedangkan terhadap para pemerintah thoghut dan para penanggung jawab khamr maka mereka itu bersikap dengan paham orang-yang mengatakan :<< Dosa apapun tidak berbahaya bersama keimanan >>.[2]

  • Sedangkan para tokoh firqah ini di Hijaz adalah :

Muhammad Aman Al-Jaamiy, dia berasal dari Ethiopia yang datang ke  Al-Madinah Al-Munawwarah, dan dia mendapatkan kemudahan untuk mengajar di Masjid Nabawiy dan Jami’ah Al-Islamiyyah (Universitas Islam Madinah). Dia adalah pemilik laporan-laporan yang masyhur kepada pemerintah prihal masyayikh dan para pencari ilmu, dan dia telah binasa.

Baca lebih lanjut

Iklan

Bantahan fatwa sesat ibnu baz

BantahanTerhadapFatwa Ibnu Baz

Yang Sesat Lagi MenyesatkanKarena Dibangun Diatas KejahilanTerhadapRealita Demokrasi

&

KekafiranOrang Yang MasukMajelis Syirik DemokrasiDemi Mashlahat Dakwah

FAIDAH    :

Maksiat itu tidak menjadi boleh dengan niat, akan tetapi dengan dalil syar’iy yang khusus

Ketahuilah, bahwa maksiat tidak dibolehkan dan tidak berubah menjadi ketaatan dengan sebab niat sebagaimana yang telah lalu dalam ucapan Abu Hamid Al Ghazali[1] rahimahullah. Dan ketahuilah bahwa bila boleh melakukan maksiat dalam kondisi-kondisi khusus, maka sesungguhnya ini tidak (menjadi) boleh kecuali dengan dalil khusus yang membolehkan untuk melakukan maksiat itu bukan dengan sekedar niat, dan contoh hal ini:

A.     Dusta adalah haram dan tergolong dosa besar, akan tetapi ia dibolehkan dalam tiga tempat dengan penegasan hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan dengan sekedar niat. Dan tempat-tempat ini adalah: Dalam peperangan, dalam mendamaikan diantara manusia, serta antara laki-laki dengan isterinya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Muslim dari Ummu Kultsum binti Uqbah radliallaahuanhu.

B.     Makan bangkai adalah haram dan tergolong dosa yang besar, akan tetapi ia (menjadi) boleh bagi orang yang dalam kondisi darurat dalam kelaparan dengan penegasan Kitabullah ta’ala, bukan dengan niat. Allah ta’ala berfirman:

Baca lebih lanjut